Sabtu, 17 September 2011

Merenungi kesendirian

kesendirian.....sendiri...sendiri lagi....ya memang begitu
Aku terus merenungi tiap kali aku mencoba mendefinisikan. sendiri yang seperti apa? tidak mempunyai pasangan, atau tidak seorang pun yang peduli? terkadang aku susah untuk mendefinisikan...

Apapun itu, aku tetap optimis aku tidak sendiri. Mungkin karena tidak punya pasangan...ahhh tapi yasudah belum waktunya saja. Kesendirian kali ini yang aku maksud yaitu kesendirian terkait pada memiliki pasangan. I was having someone special couple months ago and we made it for about 1,5 years. I thought he will be the last, but it wasn't. Ku pegang janjinya saat ia mengatakan 'don't fault me if i can't find someone besides you', but what's in fact? bull shitt...

bukannya aku cemburu tapi begitukah laki-laki yang lemah? mengenal wanita saja dan kelihatan memberi semangat langsung jatuh hati? ya...hal ini sebenarnya juga dialami oleh wanita, tetapi wanita lebih logis dan berfikir ulang untuk paling tidak berhenti sejena untuk merenung. Kesendirian kali ini tak ada bedanya dengan yang lalu-lalu. tapi that's life. Life must go on with and without....

Merenungi kesendirian aku kali ini yaitu bagaimana memulihkan krisis kepercayaaanku pada kaun adam yang tak jera-jera menyakiti. Ujung-ujungnya sakit lagi...males jadinya...padahal sudah aku tekan harapan supaya tak melambung tinggi. tapi tetap saja sakit diujung. So what's the different?

Should i hate? males juga mengotori hati...jadi hanya bisa berpasrah daan berdoa supaya aku menemukan sesorang yang jauh lebih baik, dapat menjadi imamku dan tentunya dapat menjadi ayah yg baik bagi anak2 ku.

Sudahlah tak ada habis-habisnya merenungi kesendirian. kesendirian hanya masalah waktu. Ingat masih ada keluarga, teman dan sahabat disamping kita. bagi kalian yang jomblo, it's not a big deal, (yuuk saling menguatkan)...Insha Allah you'll find the way....

Jumat, 16 September 2011

chickenpox, beautiful name of disease, but so annoying

Pertamanya aku tidak merasakan hal-hal aneh seputar keadaan fisikku. Aku hanya mengira aku kecapean sehingga badanku drop...as usual. Tapi 2 hari yang lalu ketika kutemui satu keanehan dalam fisikku yaitu muncul bulatan-bulatan dengan isi air dan sangat gatal membuatku harus menemui dokter yang lebih canggih daripada yang ada di puskesmas kapan hari.

Yes. ..dokter memfonis ku terkena cacar air...ah rasanya kurang bagus istilah bahasa Indonesia, jadi aku memakai istilah chickenpox saja dalam bahasa Inggris. Bagus bukan namanya? tapi penyakit ini tak sebagus namanya sama dengan nama-nama badai nan indah namun mengerikan.

Dibilang mengerikan iya karena akan tumbuh bulatan-bulatan kecil di seluruh kujur tubuh yang membuat diri kita terlihat jelek. Aku pun tak ingin terus berkaca ketika cacar itu tumbuh diseluruh muka dan tubuhku. Aku biarkan kau tumbuh kemudian aku akan menghancurkanmu dengan obat terbaik dari dokter langgananku.

Aku cukup puas dengan kinerja obat yang harganya selangit ini. Entah terbuat dari apa obat tersebut, yang pasti aku mendapat progress yang cepat. Kembali lagi ke chickenpox....sepertinya memang aku belum pernah sakit ini yang notabene kata orang-orang yaitu penyakit anak-anak. Tapi yasudah namanya juga sakit. Konon kata orang tua penyakit ini hanya terjangkiti sekali seumur hidup. barang siapa yang sudah pernah mengalami sakit ini akan kebal, walaupun aku tahu tidak tahu kebenarannya..at least itu sedikit membesarkan hatiku.

Tapi yasudahlah ada sehat n ada sakit. Itulah dunia selalu diisi dengan binary oposition..tapi aku tetap bersyukur dengan sakitku berarti Allah masih menyanyangiku untuk memperingatkanku lebih menjaga kesehatan.

Minggu, 11 September 2011

what's wrong with me?

Andai aku bisa melihat sekaligus menjawab apa yang sebenarnya terjadi pada diri dan dalamku. Aku akan dengan mudah menganalisa dan mendepaknya. Kesal tentu saja karena aku tidak tahu apa yang terjadi. Tiba-tiba sebuah rasa yang aku sendiri tidak bisa mendefinisikannya menyerang seperti penyakit akut.

Namun apapun itu, aku ingin membentenginya karena dulu keputusan telah aku ambil. Hanya satu yang saat ini dan seterusnya bisa aku lakukan yaitu semoga kalau memang jalan ini jalanku dan takdirku, aku bisa merengkuhnya kembali. Aku terus menerus merenungi diriku sendiri dan kerapuhan diatas kekuatanku. Apakah aku cukup kuat kali ini? atau apakah aku cukup rapuh untuk dalam sekejap mata jatuh tersungkur karena apa yang pernah aku putuskan?

Tentunya aku siap karena jikalau demikian memang beginilah hidup yang tak dapat didefinisikan. Satu jam, satu menit bahkan satu detik dapat berubah-ubah. Sebuah perenungan yang besar dan aku harap ada titik temu setelah aku renungkan. Yang pasti ketika memori itu, apapun itu terekam dan kembali 'menghantui' otakku aku tersungkur, namun aku harus bangkit...karena tersungkur bukan aku.

My Lord...rasa cinta, benci, rindu berasal dari Engkau. Satu keyakinanku bahwa itu semua akan membawa kebaikan. I am what i am today dan tetap Me, my steps akan terus berlanjut hingga ku menutup mata... and i keep writing because one day i will show it to my generation that i have steps in my life which are not always good and on the track.....