Andai aku bisa melihat sekaligus menjawab apa yang sebenarnya terjadi pada diri dan dalamku. Aku akan dengan mudah menganalisa dan mendepaknya. Kesal tentu saja karena aku tidak tahu apa yang terjadi. Tiba-tiba sebuah rasa yang aku sendiri tidak bisa mendefinisikannya menyerang seperti penyakit akut.
Namun apapun itu, aku ingin membentenginya karena dulu keputusan telah aku ambil. Hanya satu yang saat ini dan seterusnya bisa aku lakukan yaitu semoga kalau memang jalan ini jalanku dan takdirku, aku bisa merengkuhnya kembali. Aku terus menerus merenungi diriku sendiri dan kerapuhan diatas kekuatanku. Apakah aku cukup kuat kali ini? atau apakah aku cukup rapuh untuk dalam sekejap mata jatuh tersungkur karena apa yang pernah aku putuskan?
Tentunya aku siap karena jikalau demikian memang beginilah hidup yang tak dapat didefinisikan. Satu jam, satu menit bahkan satu detik dapat berubah-ubah. Sebuah perenungan yang besar dan aku harap ada titik temu setelah aku renungkan. Yang pasti ketika memori itu, apapun itu terekam dan kembali 'menghantui' otakku aku tersungkur, namun aku harus bangkit...karena tersungkur bukan aku.
My Lord...rasa cinta, benci, rindu berasal dari Engkau. Satu keyakinanku bahwa itu semua akan membawa kebaikan. I am what i am today dan tetap Me, my steps akan terus berlanjut hingga ku menutup mata... and i keep writing because one day i will show it to my generation that i have steps in my life which are not always good and on the track.....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar